Abstrak

Abstrak

Transubstansiasi merupakan doktrin sentral dalam teologi Ekaristi Katolik yang menjelaskan perubahan hakikat roti dan anggur menjadi Tubuh dan Darah Kristus melalui konsekrasi dalam perayaan Misa. Artikel ini bertujuan mengkaji dasar biblis, perkembangan historis, dan formulasi dogmatis ajaran transubstansiasi dalam tradisi Gereja Katolik. Penelitian ini menggunakan metode studi pustaka dengan menelaah Kitab Suci, dokumen Magisterium, serta kajian teologis kontemporer. Hasil kajian menunjukkan bahwa ajaran ini berakar pada narasi Perjamuan Terakhir (Mat. 26:26–28) dan ditegaskan secara dogmatis oleh Konsili Trente yang menyatakan adanya perubahan substansi roti dan anggur menjadi Tubuh dan Darah Kristus (Denzinger, 1642). Pemahaman tersebut diperdalam dalam Catechism of the Catholic Church (KGK 1376), ensiklik Mysterium Fidei dari Paus Paulus VI (1965), serta ensiklik Ecclesia de Eucharistia dari Paus Yohanes Paulus II (2003). Kajian teologis oleh Ratzinger (2000) dan Nichols (2015) menegaskan bahwa transubstansiasi tidak sekadar simbolisme, melainkan kehadiran nyata (*Real Presence*) Kristus dalam Ekaristi. Dengan demikian, doktrin ini menjadi fondasi spiritual, liturgis, dan eklesiologis kehidupan Gereja Katolik.