Abstrak

Tritunggal Mahakudus sering dipahami secara keliru ketika pembaca langsung memulainya dari rumus angka, bukan dari kesaksian Perjanjian Baru. Tulisan ini menelaah bagaimana Kitab Suci memperkenalkan Allah sebagai Bapa, Anak, dan Roh Kudus dalam kehidupan Yesus Kristus, baptisan, pengutusan murid-murid, karya Roh Kudus, doa jemaat, dan berkat rasuli. Pembahasan diarahkan pada pembedaan nyata antara Bapa yang mengutus, Anak yang diutus dan menyatakan Bapa, serta Roh Kudus yang hadir sebagai Penolong, Pengajar, Penghibur, dan Saksi Kristus. Pada saat yang sama, kajian ini menjaga pengakuan bahwa Allah tetap esa, sehingga pembedaan Bapa, Anak, dan Roh Kudus tidak dibaca sebagai tiga Allah. Tulisan ini juga menolak pembacaan Sabellian atau Oneness yang melebur Bapa, Anak, dan Roh Kudus menjadi satu Pribadi tunggal dengan tiga sebutan. Berdasarkan kesaksian Perjanjian Baru, Tritunggal dipahami sebagai satu Allah yang esa, dikenal dalam Bapa, Anak, dan Roh Kudus yang berbeda secara relasional, tidak terpisah dalam karya keselamatan, dan tidak dapat direduksi menjadi sekadar nama atau peran.

Kata Kunci